Jumat, 12 Februari 2010

BAB II KERANGKA TEORI

2.1 Pengertian Narkoba

Narkoba singkatan dari (Narkotika, Psikotropika dan Obat berbahaya) bahan adiktif yang merupakan obat-obat yang sangat berbahaya untuk di salahgunakan, Narkoba adalah suatu zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh, akan mempengaruhi fungsi fisik dan psikologis. Zat-zat kimia itu dapat mengubah pikiran, suasana hati dan perilaku seseorang. Pemakaian terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan psikologis.

2.2. Jenis-Jenis Narkoba Dan Bahayanya

1.Narkotika

Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi penggunanya.

Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.

Macam-macam Narkotika

a.Opioid

Opioid atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium.
Heroin termasuk kelompok opiat

-Opium disaripatikan dari opium poppy(papaver somniferum) & disuling untuk membuat morfin, kodein & heroin (1847)

-Opium digunakan selama berabad-abad sebagai penghilang rasa sakit dan untuk kenikmatan (mencegah batuk, diare, dsb.)

Heroin adalah obat bius yang sangat mudah membuat seseorang kecanduan karna efeknya sangat kuat. Obat ini bisa di temukan dalam bentuk pil, bubuk, dan juga dalam cairan.
Heroin memberikan efek yang sangat cepat terhadap si pengguna, dan itu bisa secara fisik maupun mental. Dan jika orang itu berhenti mengkonsumsi heroin, dia akan mengalami rasa sakit yang berkesinambungan/sakaw/ gejala putus obat.

Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin(sering digunakan untuk medikasi) dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir - akhir ini

Cara penggunaan heroin yang disuntikkan dapat memicu terjadinya penularan HIV/AIDS dan hepatitis C. Biasanya disebabkan oleh penggunaan jarum suntik dan peralatan lainnya secara bersamaan.

-Codein
Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih.Codein sering juga digunakan sebagai obat batuk untuk batuk yang kronis. Pembeliannya pun harus dengan resep dokter.

-Demerol
Nama lainnya adalah Demerol adalah pethidina. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna. Demerol sering juga digunakan untuk pengobatan.


Efek Negatif/Bahaya :
• depresi berat
• apatis
• rasa lelah berlebihan
• malas bergerak
• banyak tidur
• gugup
• gelisah
• selalu merasa curiga
• denyut jantung bertambah cepat
• rasa gembira berlebihan
• banyak bicara namun cadel
• rasa harga diri meningkat
• kejang-kejang
• pupil mata mengecil
• tekanan darah meningkat
• berkeringat dingin
• mual hingga muntah
• luka pada sekat rongga hidung
• kehilangan nafsu makan
• turunnya berat badan

b.Kokain

Kokain adalah salah satu zat adiktif yang sering disalahgunakan. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan, seperti untuk meningkatkan daya tahan, stamina, mengurangi kelelahan, rasa lapar dan untuk memberikan efek eforia.

Dampak jangka pendek lain penggunaan kokain adalah depresi, paranoid, serangan jantung, kejang, stroke dan psikosis
denyut jantung bertambah cepat
Efek Negatif/Bahaya :
• gelisah
• rasa gembira berlebihan
• rasa harga diri meningkat
• banyak bicara
• kejang-kejang
• pupil mata melebar
• berkeringat dingin
• mual hingga muntah
• mudah berkelahi
• pendarahan pada otak
• penyumbatan pembuluh darah
• pergerakan mata tidak terkendali
• kekakuan otot leher

c.Cannabis/ganja

Semua bagian dari tanaman ini mengandung kanabinoid psikoaktif. Tanaman ganja biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil - kecil dan digulung menjadi rokok disebut joints(di Indonesia disebut pocong). Akan mengikat pikiran dan dapat membuatmu menjadi ketagihan.

Bentuk yang paling poten berasal dari sari tanaman ganja yang dikeringkan dan berwarna coklat-hitam yang disebut hashish atau hash.

Ganja dikenal dapat memicu psikosis, terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang (gen) schizophrenia. Ganja juga bisa memicu dan mencampuradukkan antara kecemasan dan depresi.

Asap ganja mengandung tar 3 kali lebih banyak dan karbonmonoksida 5 kali lebih banyak daripada rokok biasa.

THC(delta-9-tetrahydrocannabinol) disimpan di dalam lemak pada tubuh dan dapat dideteksi sampai enam minggu setelah memakai.
Efek Negatif/Bahaya :
• kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair
• sering melamun
• pendengaran terganggu
• selalu tertawa
• terkadang cepat marah
• tidak bergairah
• gelisah
• dehidrasi
• tulang gigi keropos
• liver
• saraf otak dan saraf mata rusak
• skizofrenia (Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin yaitu salah satu sel kimia dalam otak )
• mata sembab


2.Psikotropika

Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, kadang-kadang disertai dengan timbulnya halusinasi (gangguan persepsi visual dan pendengaran), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan.
Jenis-jenis yang termasuk psikotropika

-Ecstasy atau Ineks

Ecstasy (methylen dioxy methamphetamine)MDMA adalah salah satu jenis narkoba yang di buat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet.

Ekstasi akan mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. Kekurangan cairan tubuh dapat terjadi sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama, yang sering menyebabkan kematian.

Zat-zat kimia yang berbahaya sering dicampur dalam tablet atau kapsul ecstasy.

Zat-zat ini justru seringkali lebih berbahaya dibandingkan kandungan ecstasy yang ada. Ecstasy ini mempengaruhi reseptor dopamin di otak sehingga bila efek zat ini habis dapat menimbulkan depresi dan paranoid.
Efek Negatif/Bahaya :
• berkeringat
• enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat,
• sulit tidur
• kerusakan saraf otak
• dehidrasi
• gangguan liver
• tulang dan gigi keropos
• tidak nafsu makan
• saraf mata rusak


-Shabu-shabu
Nama kimianya adalah methamphetamine. Berbentuk kristal seperti gula atau bumbu penyedap masakan. Obat ini berbentuk kristal maupun tablet, tidak mempunyai warna maupun bau

Obat ini mempunyai pengaruh yang kuat terhadap syaraf diantaranya:
-Merasa nikmat, eforia, waspada, enerjik, sosial & percaya diri (bila digunakan lebih dari biasanya).
Efek Negatif/Bahaya :
• paranoid dan depresi
• sulit tidur
• sulit berfikir
• kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali pernafasan hingga merasa sesak nafas
• banyak bicara
• denyut jantung bertambah cepat
• pendarahan otak
• shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.
• Meningkatkan perilaku berisiko.
• Agitasi(mengamuk), agresi(menyerang), cemas, panik.
• Mual, berkeringat, geraham lengket, gigi terus mengunyah.
• Meningkatkan perilaku berisiko.
• Kehilangan nafsu makan.
• Gangguan jiwa berat.





2.3. Efek Penyalahgunaan narkoba.

1.Stimulan

-Meningkatkan aktivitas pada susunan saraf pusat (pemompaan darah semakin cepat, detak jantung dan nafas meningkat, dsb.)

-Mempercepat proses mental, membuat orang waspada, dan bersemangat.

-Contoh : Kafein, nikotin, amfetamin dan sejenisnya, kokain, Ritalin, deksamfetamin, dsb.


2.Depresan

-Memperlambat aktivitas pada susunan syaraf pusat.

-Membuat orang menjadi lebih santai dan kurang sadar akan sekelilingnya.

-Contoh : Alkohol, Valium, Rohypnol, Serapax, Temazapan, kodein, Panadin, heroin, opium, morfin, dsb.


3.Halusinogen

-Secara signifikan dapat mengubah dan menyebabkan gangguan tentang persepsi, kondisi pikiran, dan lingkungan.

-Gangguan itu menyebabkan penggunanya melihat atau mendengar sesuatu sangat berbeda dari sebenarnya (atau sebenarnya tidak ada).

-Contoh : Lysergic Acid Diethylamine (LSD), jamur ajaib, Meskalin, biji peyote, dsb.

4.Entaktogen
termasuk stimulan yang telah dimodifikasi yang juga memiliki sifat-sifat halusinogen.

5.Kanabinoid
termasuk kelompok unik yang mempengaruhi reseptor tertentu pada otak.


2.4. Faktor penyebab remaja menggunakan Narkoba.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan remaja mengkonsumsi narkoba yaitu sebagai berikut:

-Faktor orang tua dan keluarga
Salah satu temuan tentang remaja narkoba adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia,Manajemen keluarga yang buruk,Konflik keluarga,Orang tua menggunakan narkoba, keluarga broken home, orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi pengkonsumsi narkoba dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia.


-Faktor Ingin Tau
Banyak alasan remaja kini “mencoba Narkoba hanya karena ingin tahu”, padahal narkoba memiliki efek ketergantungan dan sangat berbahaya sekali. Mungkin juga karena ingin mengobati rasa sakit fisik maupun jiwa, mengusir bosan.

-Faktor Teman/sekolah

Gengsi ,Kegagalan akademis, Komitmen yang rendah terhadap sekolah, Intimidasi / ancaman, Teman sebaya yang menyimpang, Teman menggunakan narkoba.

-Faktor Lingkungan sekitar

Hubungan lingkungan yang renggang, Ketidakteraturan di masyarakat, Jaringan dengan masyarakat, dan Norma dan hukum yang pro narkoba

-Faktor Pribadi

Sikap menantang,Penggunaan narkoba lebih awal, Dorongan kuat untuk mengkonsumsi ,Teman memakai narkoba, Mencari sensasi.


2.5. Tahapan penyalahgunaan narkoba


1. Tahap coba-coba

Awalnya hanya pengin tahu dan memperlihatkan kehebatan. Kebanyakan tidak melanjutkan tahap ini. Tapi, ada beberapa dari kita yang lanjut ke proses yang lebih "canggih".

2. Kadang-kadang atau pemakaian reguler

Sebagian setelah tahap coba-coba kemudian melanjutkan pemakaian psikoaktif sehingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, karena pemakaian bahan-bahan tersebut masih terbatas, tidak ada perubahan mendasar yang dialami pemakai. Mereka tetap bersekolah dan melakukan kegiatan lainnya.

3. Ketagihan

Pada tahap ini frekuensi, jenis, dan dosis yang dipakai meningkat, termasuk bertambahnya pemakaian bahan-bahan berisiko tinggi gangguan fisik, mental, dan masalah-masalah sosial makin jelas. Tahap ini sering disebut tahap kritis karena ada bahaya yang nyata. Meskipun demikian, pada beberapa pemakai (dengan bantuan) masih bisa berhenti pada tahap ini.

4. Ketergantungan

Merupakan bentuk ekstrem dari ketagihan, upaya mendapatkan zat psikoaktif dan memakainya secara reguler merupakan aktivitas utama sehari-hari mengalahkan semua kegiatan lain, kondisi fisik, dan mental terus-menerus menurun, hidup sudah kehilangan makna. Keadaan pemakai selalu membutuhkan obat tertentu agar dapat berfungsi secara wajar, baik fisik maupun psikologis. Ketergantungan fisik, misalnya badan menjadi lemah dan sendi-sendi terasa nyeri kalau tidak menggunakan obat dalam jangka waktu tertentu. Ketergantungan secara psikologis ditunjukkan oleh adanya perasaan tidak percaya diri dalam pergaulan sehari-hari kalau tidak menggunakan obat.


2.6. Upaya Pencegahan.


1.Memperkuat iman dan selalu mendekatkan diri kepada Allah s.w.t.
2.Komunikasi yang baik.
3.Memilih lingkungan pergaulan yang sehat.
4.Jangan merokok karena rokok langkah awal menuju narkoba.
5.Menjauhi pergaulan bebas.
6.Berfikiran Positif.